SEPENGGAL KISAH MENAJADI "MAHASISWA RANTAU"
Catatan Kecilku Menjadi “ MAHASISWA RANTAU”
anak -anak merantau sedang makan bersama di kontrakan embun pagi Malang
Kalian adik-adik yang terhebat dalam hidupku...wanimbowakerkwa
Foto perjalanan menuju ke Puncak Papua mengantar proposal beasiswa, bandara Malang
Bersama Bpk ARMIN WAKERKWA DI KUALA TIMIKA
Menjadi mahasiswa rantau yang harus hidup
mandiri dan jauh dari orang tua mungkin menurut banyak orang lebih banyak
dukanya daripada sukanya. Tetapi setelah aku jalanin kalau dipertimbangkan
tidak jauh lebihlah antara duka dan suka. Walaupun lebih berat ke dukanya sih
hehehe... ya memang sih menjadi mahasiswa rantau itu rumit. Yang tadinya bila
di rumah makan sudah disediakan, sedangkan disini harus cari dulu dan beli dulu
makanannya kadang harus buat dulu makanannya dan masih banyak lagi dukanya gak
akan selesai kalau dijelasin semuanya hehehe....
Taukah
kalian? Tugas mahasiswa yang merantau itu sangatlah berat. Dimana di
dalam dirinya harus mempunyai yang namanya “Target”. Target harus
jelas untuk dituju dimana berada jauh dari orang tua merupakan beban terberat.
Namun, itu semua dilakukan demi membanggakan mereka dan yang paling penting
adalah selalu bertanggung jawab atas pilihan yang dilakukannya.
Di samping itu harus mencapai target untuk lulus agar tidak
membuat orang tua kecewa dan kita pun harus menjaga diri dan harus memilih
teman yang pantas kita ikuti atau kita jadikan sebagai acuan untuk motivasi.
Intinya sih pandai-pandailah dalam bergaul jangan sampai salah bergaulapalagi
kita hidup di kota orang.
Menjadi seorang mahasiswa rantau harus cari teman sebanyak
mungkin, jangan pilih-pilih tidak hanya teman kuliah, anak-anak komunitas,
teman kampung pun tidak masalah, masyarakat kampung yang menjadi tetangga kita
juga perlu kita dekati. Semakin banyak teman maka ketika kesulitan akan banyak
yang membantu kita. Kuliah tidak hanya pintar dalam hal teori tapi kita juga
harus menguasai bagaimana cara berkehidupan masyarakat. Sudah banyak yang
membuktikan bahwa ada mahasiswa yang kurang bersinar dalam perkuliahan dalam
bermasayarakat patut diacungi jempol maka setelah selesai kuliah dia lebih
banyak dibutuhkan oleh masayarakat.
Tapi dari duka terdapat juga la suka seperti
kita menjadi lebih dewasa dan mandiri yang paling terutama. Yang penting si
nikmatin saja... :)
by : pemuda harapan bangsa Papua (WANIMBOWAKERKWA)











Tidak ada komentar:
Posting Komentar