Rabu, 16 November 2016

ANAK RANTAU



SEPENGGAL KISAH MENAJADI "MAHASISWA RANTAU"

Catatan Kecilku Menjadi “ MAHASISWA RANTAU”
anak -anak merantau sedang makan bersama di kontrakan embun pagi Malang

Kalian  adik-adik yang terhebat dalam hidupku...wanimbowakerkwa
Foto perjalanan  menuju ke Puncak Papua mengantar proposal beasiswa, bandara Malang
Bersama Bpk ARMIN WAKERKWA DI KUALA TIMIKA

Menjadi mahasiswa rantau yang harus hidup mandiri dan jauh dari orang tua mungkin menurut banyak orang lebih banyak dukanya daripada sukanya. Tetapi setelah aku jalanin kalau dipertimbangkan tidak jauh lebihlah antara duka dan suka. Walaupun lebih berat ke dukanya sih hehehe... ya memang sih menjadi mahasiswa rantau itu rumit. Yang tadinya bila di rumah makan sudah disediakan, sedangkan disini harus cari dulu dan beli dulu makanannya kadang harus buat dulu makanannya dan masih banyak lagi dukanya gak akan selesai kalau dijelasin semuanya hehehe....

Taukah kalian? Tugas mahasiswa yang merantau itu sangatlah berat.  Dimana di dalam dirinya harus mempunyai yang namanya “Target”. Target harus jelas untuk dituju dimana berada jauh dari orang tua merupakan beban terberat. Namun, itu semua dilakukan demi membanggakan mereka dan yang paling penting adalah selalu bertanggung jawab atas pilihan yang dilakukannya. 
Di samping itu harus mencapai target untuk lulus agar tidak membuat orang tua kecewa dan kita pun harus menjaga diri dan harus memilih teman yang pantas kita ikuti atau kita jadikan sebagai acuan untuk motivasi. Intinya sih pandai-pandailah dalam bergaul jangan sampai salah bergaulapalagi kita hidup di kota orang. 
Menjadi seorang mahasiswa rantau harus cari teman sebanyak mungkin, jangan pilih-pilih tidak hanya teman kuliah, anak-anak komunitas, teman kampung pun tidak masalah, masyarakat kampung yang menjadi tetangga kita juga perlu kita dekati. Semakin banyak teman maka ketika kesulitan akan banyak yang membantu kita. Kuliah tidak hanya pintar dalam hal teori tapi kita juga harus menguasai bagaimana cara berkehidupan masyarakat. Sudah banyak yang membuktikan bahwa ada mahasiswa yang kurang bersinar dalam perkuliahan dalam bermasayarakat patut diacungi jempol maka setelah selesai kuliah dia lebih banyak dibutuhkan oleh masayarakat.

Tapi dari duka terdapat juga la suka seperti kita menjadi lebih dewasa dan mandiri yang paling terutama. Yang penting si nikmatin saja... :)

by : pemuda harapan bangsa Papua (WANIMBOWAKERKWA)
















Tidak ada komentar:

Posting Komentar